Monthly Archives: January 2016

7 Tanda Orang Beresiko Terkena Diabetes

7 Tanda Orang Beresiko Terkena Diabetes

Tanda orang beresiko terkena diabetes – Penyakit diabetes sekarang menjadi salah satu penyakit yang paling banyak di derita di dunia. Penyakit diabetes ini tidak hanya mengincar Anda yang berusia di atas 40 tahun saja, tapi juga Anda yang masih berusia remaja dan bahkan usia anak-anak.

Ada beberapa tanda orang beresiko terkena diabetes. Mungkin Anda adalah salah satunya. Jadi, jika tanda tersebut ada pada Anda, maka segeralah perbaiki pola hidup Anda. Dan berikut 7 tanda orang beresiko terkena diabetes. Diantaranya:

7 Tanda Orang Beresiko Terkena Diabetes

1. Memiliki Berat Badan Berlebihan (OBESITAS)

Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih alias obesitas dan perut buncit, maka perlu hati-hati. Karena bisa meningkatkan resiko Anda untuk menderita penyakit diabetes. Kandungan lemak yang tinggi di dalam tubuh (terutama perut), secara tidak langsung akan menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah, gangguan tersebut akan semakin parah apabila Anda tidak segera melakukan program diet penurunan berat badan.

2. Suka Mengkonsumsi Makanan Yang Manis, Berlemak dan Makanan Cepat Saji

Bagi Anda penggila makanan manis, sebaiknya stop sekarang juga. Alangkah baiknya untuk Anda membatasi asupan makanan manis Anda mulai sekarang. Karena makanan manis dapat meningkatkan resiko Anda untuk menderita penyakit diabetes. Selain meningkatkan resiko diabetes, makanan-makanan tersebut dapat pula meningkatkan berat badan Anda secara drastis. Coba bayangkan berapa kerugian yang Anda dapatkan setelah mengonsumsi makanan tersebut?

3. Anda yang selalu berkebiasaan buruk

Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti begadang, konsumsi alkohol, merokok, dan sebagainya sangatlah tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kebiasaan buruk tersebut akan menyebabkan sistem metabolisme dalam tubuh menjadi terganggu. Setelah terganggu, organ pankreas akan mengalami resistensi hormon insulin. Hingga pada akhirnya gula tidak dapat dipecah dan berada di dalam peredarah darah dengan jumlah melebihi batas. Dan resiko Anda untuk terkena penyakit diabetes menjadi semakin tinggi.

4. Anda Yang Jarang Beraktifitas Fisik dan Berolahraga

Melakukan aktifitas fisik dan berolahraga setiap harinya dapat membantu Anda mengontrol berat badan. Dengan begitu, resiko obesitas dan diabetes dapat di tekan. Jika Anda malas untuk berolahraga, selain kondisi tubuh menjadi tidak fit, Anda juga beresiko untuk mengalami obesitas dan diabetes.

5. Riwayat Kesehatan Keluarga

Jika salah satu dari keluarga Anda telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, Anda berisiko tinggi terkena diabetes. Selain itu, etnis juga memiliki peranan penting terhadap risiko diabetes. Jika Anda memiliki latar belakang dari etnis Aborigin, Asia Selatan, Asia, Afrika atau Hispanik, maka Anda lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2.

6. Anda yang selalu stres setiap harinya

Jangan anggap sepele kondisi stres, sebab stres bisa mengakibatkan Anda lebih beresiko terkena penyakit diabetes. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kondisi stres dapat meningkatkan produksi gula dalam tubuh secara optimal, yang mana gula berlebih inilah yang nantinya akan meningkatkan resiko terkena diabetes.

7. Wanita dengan kondisi tertentu

Wanita dengan kondisi tertentu lebih mungkin terserang diabetes jika dibandingkan yang lain. Mereka adalah wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik, ketidakseimbangan hormonal yang dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur. Ibu yang pernah melahirkan bayi gemuk (lebih dari 4 kg) juga dapat mengembangkan diabetes. Dan ibu hamil yang memiliki gestational diabetes – yaitu, diabetes yang ditemukan hanya selama kehamilan – tujuh kali lebih mungkin menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari dibanding ibu yang tidak.

Sebelum kondisi yang lebih parah terjadi pada Anda, sebaiknya Anda mulai mengatasinya dari sekarang. Merubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat menurunkan resiko Anda untuk terkena diabetes.

7 Tanda Orang Beresiko Terkena Diabetes

Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 – Di beberapa negara termasuk di Indonesia, kentang di anggap sebagai sayuran yang sehat dan menjadi makanan favorit banyak orang. Namun, mulai sekarang kita tidak bisa menganggapnya demikian. Karena di baliknya terdapat kemampun untuk meningkatkan risiko seseorang untuk menderita diabetes. Kini para ahli kesehatan mulai memperingatkan kita akan bahaya makanan yang satu ini karena mampu meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Seseorang yang mengkonsumsi kentang 7 buah atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2 sebanyak 33%. Pelaku utama yang menjadi penyebabnya adalah jenis kentang yang diolah dengan cara digoreng. Kentang bisa disamakan dengan karbohidrat olahan. Ini karena kentang mengandung sejumlah besar pati dan mengandung sedikit serat, vitamin, mineral dan polifenol. Kualitas dan kuantitas yang rendah dari karbohidrat dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2. Ketika kentang disajikan saat masih panas, kandungan pati di dalamnya akan lebih mudah dicerna dan meningkatkan kadar glukosa lebih cepat.

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan mengenai bahaya kentang yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Jadi, mulai sekarang Anda harus lebih berhati-hati saat ingin mengkonsumsi kentang.

Terima kasih sudah menyimak artikel di atas. Semoga artikel mengenai “Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2” di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Baca Juga : Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

Hati-Hati, Kentang Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan) – Tahukah Anda jika Anda yang memiliki faktor keturunan atau riwayat penyakit diabetes dalam keluarga. Seperti Ayah atau Ibu, maka resiko Anda untuk menderita penyakit diabetes ini di kemudian hari adalah jauh lebih tinggi dari pada mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya (faktor keturunan). bahkan, resiko ini 6 kali lebih tinggi.

Bisa di bayangkan bukan, dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan apa yang akan terjadi pada tubuh Anda ketika menderita diabetes ?

Karena itu, sangat penting sekali untuk Anda mulai dari sekrang merubah pola hidup menjadi lebih sehat lagi. Karena resiko diabetes (keturunan) dapat di cegah dengan melakukan pola hidup sehat. Berikut beberapa cara mencegah resiko diabetes (keturunan) yang berhasil kami rangkum dari beberapa sumber kesehatan.

8 Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

1. Olahraga

Olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, di samping itu, olahraga juga bisa membantu Anda menjaga berat badan agar tetap sehat, meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah. Minimal 30 menit sehari sudah cukup untuk membuat Anda terhindar dari diabetes.

2. Menghindari stres

Stres sangat tidak baik untuk tubuh. Selain dapat memicu perkembangan hormon tertentu. Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Untuk mengendalikan stres, Anda bisa melakukan beberapa cara. Seperti yoga atau latihan pernapasan sederhana.

3. Makan banyak sayuran

Tidak banyak orang yang suka makan sayuran. Namun, Anda yang memiliki resiko diabetes harus mengkonsumsinya. Mengkonsumsi sayuran dapat membantu mencegah diabetes.

4. Tidak mengkonsumsi makanan berlemak dan minuman manis

Makanan berlemak tentu saja tidak baik untuk di konsumsi oleh Anda yang memiliki resiko menderita diabetes. Ini karena makanan berlemak, seperti junkfood, seafood, gorengan dan lainnya dapat meningkatkan kolesterol serta membuat berat badan Anda bertambah. Begitupun dengan minuman dan makanan manis yang tinggi gula. Semua jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

5. Tidak melewatkan sarapan

Tidak peduli seberapa sibuknya Anda atau seberapa tidak sukanya Anda dengan sarapan, Anda tidak boleh melewatkan sarapan. Sarapan dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

6. Mengurangi porsi makan

Jika sebelum ini Anda sering makan dalam porsi yang besar, maka mulai dari sekarang, sebisa mungkin Anda harus mengurangi porsi makanan Anda. Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

7. Istirahat yang cukup dan Tidur yang nyenyak

Agar Anda terhindar dari diabetes, maka mulai dari sekarang Anda harus merubah pola tidur Anda. Jika Anda sering tidur larut malam, maka mulai dari sekarang Anda harus tidur lebih awal. Ini karena untuk mencegah diabetes, Anda harus mendapatkan istirahat yang cukup dan tidur yang nyenyak. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

8. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah resiko diabetes (keturunan) yang Anda miliki. Intinya supaya bisa terbebas dari diabetes itu adalah pola hidup sehat, rajin olahraga dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan terutama kadar gula darah.

Terima kasih sudah menyimak artikel kesehatan mengenai ” Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan) “. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua yang membutuhkannya. Salam Sehat.

Cara Mencegah Resiko Diabetes (Keturunan)

Artikel Lainnya :

Sayuran Sehat Untuk Penderita Diabetes
Tips Menghindari Komplikasi Diabetes
Bahaya Diabetes Bagi Ibu Hamil
Diet Sehat Untuk Penderita Diabetes
Cara Mencegah Diabetes Di Usia Muda

By : Terapi Obat Diabetes